Urgensi Penguatan Kemandirian Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren
DOI:
https://doi.org/10.54437/alidaroh.v9i1.3586Keywords:
Pesantren Independence, Pesantren Governance, Development StrategyAbstract
The independence of pesantren has long constituted a fundamental value at the core of the pesantren movement since the colonial era; however, its development has faced numerous structural and cultural pressures that threaten its institutional autonomy. This study aims to comprehensively identify the concept of pesantren institutional independence, analyze the urgency of strengthening such independence in the context of current regulations and contemporary challenges, and formulate strengthening strategies that can be implemented systematically. The method employed is library research with a qualitative descriptive-analytical approach, integrating primary and secondary sources including classical Islamic texts (kitab kuning), national regulations, scientific journals, and institutional reports. The findings indicate that pesantren independence encompasses three main dimensions: theological-cultural independence, institutional governance independence, and economic independence. The urgency for its strengthening is driven by internal factors, namely the degradation of independence values due to reliance on external subsidies, and external factors, namely the currents of national curriculum homogenization that potentially reduce pesantren distinctiveness. Strengthening strategies include the development of pesantren economies based on productive business units, revitalization of independence values in the curriculum, and strengthening governance based on transparency and accountability. This study affirms that independence is not merely a traditional heritage but a strategic imperative for the sustainability of pesantren as an authentic and relevant Islamic educational institution.
Downloads
References
Anwar, S, and M. Ardiansyah. “Transformasi Kepemimpinan Pondok Pesantren Dari Karismatik Menuju Manajerial: Studi Kasus Pesantren Tradisional Di Jawa Timur.” Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 9, no. 2 (2021): 112–130. https://doi.org/10.21111/educan.v9i2.6541.
Bashori, B. “Standardisasi Pendidikan Pesantren Dalam Perspektif Kebijakan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019.” Jurnal Pendidikan Islam 10, no. 1 (2021): 45–68. https://doi.org/10.15575/jpi.v10i1.11873.
Dhofier, Z. Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai Dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia (Edisi Revisi). LP3ES., 2020.
Fajri, M. N, and A. Rohmanu. “Otonomi Kelembagaan Pesantren Dan Respons Terhadap Kebijakan Pendidikan Nasional.” Jurnal Tarbiyatuna 12, no. 1 (2021): 75–94. https://doi.org/10.31603/tarbiyatuna.v12i1.4782.
Fakhrurridha, Hujjatul et al. “Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Cinta Melalui Tafsir Al-Qur’an Untuk Penguatan Empati Dan Regulasi Emosi.” Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir Dan Pemikiran Islam 6, no. 3 (2025): 1426–38.
Fikri, M, and M. Ghozali. “Transformasi Digital Pesantren: Peluang Dan Tantangan Dalam Mempertahankan Identitas Keilmuan Islam.” Al-Murabbi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 6, no. 2 (2021): 131–149. https://doi.org/10.35891/amb.v6i2.2346.
Harisudin, M. N. “Relasi Kuasa Pesantren Dan Negara Dalam Konteks Kebijakan Pendidikan Islam Di Indonesia.” Islamica: Jurnal Studi Keislaman 16, no. 2 (2022): 205–228. https://doi.org/10.15642/islamica.2022.16.2.205-228.
Huda, M. “Sistem Penjaminan Mutu Internal Pesantren: Model Dan Implementasi.” Jurnal Pendidikan Agama Islam 19, no. 1 (2022): 88–107. https://doi.org/10.14421/jpai.2022.191-05.
Huda, M et al. “Nilai-Nilai Kemandirian Dalam Tradisi Pesantren: Kajian Historis Dan Relevansinya Bagi Pendidikan Islam Kontemporer.” Jurnal Pendidikan Islam 8, no. 1 (2022): 1–22. https://doi.org/10.15575/jpi.v8i1.12231.
Ismail, Ismail, and Moh Wardi Moh Wardi. “Transforming Elementary School Students’ Science Literacy through Scratch-Based E-Modules Integrated with Islamic Value.” International Journal of Elementary Education 9, no. 2 (2025): 237–47.
Mastuhu. Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren: Suatu Kajian Tentang Unsur Dan Nilai Sistem Pendidikan Pesantren. INIS., 2019.
Mubarok, A. “Model Pengembangan Ekonomi Pesantren Berbasis Kewirausahaan Santri: Studi Multi-Kasus Di Pesantren Jawa.” Jurnal Ekonomi Islam 12, no. 2 (2021): 167–189. https://doi.org/10.21580/economica.2021.12.2.6892.
Muhtifah, L, and A. Suryadi. “Kemandirian Ekonomi Sebagai Prasyarat Otonomi Pesantren: Analisis Kritis Terhadap Model Pembiayaan Pesantren Di Indonesia.” Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 10, no. 1 (2022): 55–78. https://doi.org/10.21111/educan.v10i1.7214.
Mujib, A, and J. Mudzakkir. “Pengembangan Unit Usaha Produktif Pesantren Dalam Kerangka Kemandirian Ekonomi: Studi Di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan.” Jurnal Ekonomi Islam 11, no. 1 (2020): 34–56. https://doi.org/10.21580/economica.2020.11.1.5531.
Najmi, Akmalun et al. “Intrinsic Motivation in Islamic Education: A Comparative Study of Abraham Maslow’s Theory and the Concept of Ghirah in Islamic Psychology.” ILJ: Islamic Learning Journal 4, no. 2 (2026): 273–308.
———. “Peningkatan Kecerdasan Spritual Melalui Konsep ‘Ikhlas Dan Ridha’ Atas Pengabdian Kepada Keluarga Guru (Kyai) Pondok Pesantren.” JURNAL LENTERA: Kajian Keagamaan, Keilmuan Dan Teknologi 24, no. 1 (2025): 264–76.
Noor, M. “Pesantren Dan Modal Sosial: Analisis Bourdieuan Terhadap Kemandirian Institusional Pesantren Di Indonesia.” Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies, 16, no. 1 (2020): 78–101. https://doi.org/10.18196/afkaruna.v16i1.9285.
Nurhayati, E, and I. Subqi. “Kaderisasi Kepemimpinan Pesantren Berbasis Kompetensi: Menuju Regenerasi Yang Berkesinambungan.” Jurnal Pendidikan Agama Islam 20, no. 1 (2023): 44–63. https://doi.org/10.14421/jpai.2023.201-03.
Roziqin, M. Z. “Digitalisasi Usaha Pesantren: Strategi Pengembangan Ekonomi Berbasis Teknologi Di Era 4.0.” Jurnal Pendidikan Dan Pemberdayaan Masyarakat 9, no. 1 (2022): 45–62. https://doi.org/10.21831/jppm.v9i1.47821.
Saputra, Gondo Adhi et al. “Epistemologi Pendidikan Agama Islam: Integrasi Sumber Transenden Dan Rasional Dalam Pembentukan Kesadaran Religius Peserta Didik.” Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 10, no. 04 (2025): 186–96.
Wahab, A. J. “Pesantren Dan Tantangan Ideologi Trans-Nasional: Mempertahankan Identitas Keislaman Moderat Di Era Globalisasi.” Jurnal Islamica 16, no. 1–24 (2022). https://doi.org/10.15642/islamica.2022.16.1.1-24.
Wahid, A, and M. Amin. “Implikasi Undang-Undang Pesantren Terhadap Otonomi Dan Kemandirian Kelembagaan Pondok Pesantren.” Jurnal Studi Islam Dan Masyarakat 14, no. 2 (2021): 198–218. https://doi.org/10.21154/jsim.v14i2.3091.
Wardi, Moh et al. “Digital Transformation of Islamic Boarding School Financial System; Formulation, Implementation and Evaluation.” Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 5, no. 4 (2024): 461–82.
Yasmadi. Modernisasi Pesantren: Kritik Nurcholish Madjid Terhadap Pendidikan Islam Tradisional (Edisi Revisi). Ciputat Press., 2020.
Zamakhsyari, D. “Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Life Skills Di Pondok Pesantren: Integrasi Antara Kecakapan Akademik Dan Keterampilan Hidup.” Jurnal Pendidikan Islam 9, no. 2 (2020): 101–120. https://doi.org/10.15575/jpi.v9i2.11023.
Zarkasyi, A. S. “Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Dan Dakwah.” In Pesantren Masa Depan: Wacana Pemberdayaan Dan Transformasi Pesantren, edited by S.A Wahid, 89–110. Pustaka Hidayah., 2020.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 M. Thasin; Zaril Gofar; Ahmad Zaki Mubarok; Muhammad Ubaidillah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


